Sabtu, 07 Mei 2011

PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER HAYATI LOKAL


        Sumberdaya hayati local yang berupa tanman yang mengandung toksikan dapat diolah menjadi bahan pestisida dengan cara diekstraksi yang lebih lanjut dikenal dengan Pestisida Hayati. Sejauh ini pemanfaatannyamasih kurang mendapat perhatian dibading dengan potensi yang ada di dalam sumberdaya hayati local tersebut. Penelitian dan pengembangan pestisida nabati saat ini sudah cukup mendukung pemanfaatannya agar dapat bernilai ekonomi tinggi sekaligus berperan sebagai komponen
teknologi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT )
Sumberdaya hayati local yang berupa tanaman penghasil pestisida nabati banyak diketemukan di daerah Jember  dan sekitarnya hasil survey yang dilakukan di daerah Panti terdapat lebih dari
22 jenis tumbuhan diantaranya adalah tanaman : Mimba, Mindi, Gadung, Tuba, mahoni, Srikoyo, Tembakau, Jeringu, Kenikir, Pacar Cina, Serai dan lain-lain. Ekstrak tanaman atan bagian tanaman ( daun, biji, buah, kulit, batang ) telah diuji di laboratorium bersifat insektisidal terhadap hama-hama penting dikarenakan mengandung bahan-bahan beracun ( dari produk sekiunder ) yang berupa alkoloida, limonoid, terpenoid, saponoid dan senyawa organic lainnya (Kawazu, 1989 ).
  
MACAM – MACAM PESTISIDA NABATI 
  
I.      NIKORAK ( MAHONI, TEMBAKAU, DAUN JARAK)
Bahan –bahan  : 
1. Biji Mahoni                               = 300 gram 
2. Tembakau ( jelek )                   = 100 gram
3.Daun Jarak                                = 1 kg
4.Air                                             = 6 liter

Cara Pembuatannya :
  1. Biji Mahoni digiling / ditumbuk halus
  2. Daun Jarak dan Tembakau direbus dengan     air sampai mendidih, kemudian amgkat dan dinginkan. Campurkan bubuk Mahoni  aduk hinga rata, diamkan selama 24 jam baru disaring.
  3. Kalau pestisida mau disimpan bubuk     Mahoni tidak dicampurkan dengan air rebusan tembakau dan daun jarak. Jika     mau dipakai baru dicampurkan.
     Penggunaan :
1.      1 ( satu ) tangki air tambahkan 28 cc pestisida NIKORAK. 
Semprotkan ke lahan yang terserang OPT pada waktu pagi maupun sore hari, ulangi tiap 4 ( empat ) hari sekali bila perlu. 
OPT sasaran : 
1.     Ulat grayak pada tanaman : Bawang merah, Bawang putih,
Kedelai, Jagung, Kacang Tanah, Kacang panjang, Kubis dan Sawi. 
2.     Ulat Pengulang daun dan Perusak Daun Pada Tanaman padi.
Hasil Pencapaian :
1.     Pestisida NIKORAK bersifat racun kontak dan OPT yang
terkena tingkat kematiannya tinggi.
2.       Populasi OPT turun drastis dan timbulnya lama.
3.     Keluhan sampingan tidak ditemui dalam waktu setelah
penyemprotan.
























Tidak ada komentar: