Sabtu, 17 September 2011

BUDIDAYA CABAI MERAH I

A. Asal Usul

Cabai merah (Capsicum annum var. longum) merupakan  tanaman sayuran yang masuk dalam suku solanaceae.
 Klasifikasi :

kingdom       : Plantarun
Divisi            : Spermatophyta
Subdivisi       : Angiospermae
Klas              : Dicotyledoneae
Subklas         : Sympetalae
Ordo             : Tubiflorae
Famili            : Solanaceae
Genus           : Capsicum
Spesies         : Capsicum annum L

Menurut berbagai keterangan cabai berasal dari peru yang masuk ke Indonesia d dibawa oleh bangsa portugis. pada awal tahun1500-an  masehi. tapi ada juga yang menyebutnya dibawa oleh saudagar persia dalam perdagangan.
Cabi dibagi dalam 2 golongan utama, yaitu
1. Cabai besar (Capsicum annum L)
  a. Cabai Merah (hot Pepper /cabai pedas)
  b. Cabai Hijau
  c. Cabai Paprika (Sweet Pepper/ cabai manis)

2. Cabai rawit (Capsicum frutescens.L)

dua golongan cabai tersebut  biasanya ada yang Hibrida  dan ada yang non Hibrida

B. Manfaat Cabai

Cabai rata-rata oleh masyarakat digunakan sebagai sayur, tapi sebagian besar merupakan penyedap masakan dan pembangkit selera dengan pedasnya. Cabai ini juga sangat penting bagi manusia karena mengandung kandungan gizi yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan GIzi Cabai ,utamanya Cabai Merah besar segar tiap 100 gram bahan  (Capsicum Annum L) menurut direktorat Gizi Depkes RI

1. Kadar air             90,9%
2. kalori                   31,0 Kal
3. Protein                 1,0 gram
4. Lemak                  0,3 gram
5. Karbohidrat          7,3 gram
6. Kalsium                29,0 mgram
7. Fosfor                  24,0 mgram
8. Besi                      0,5 mgram
9. Vitamin A             470 Sl
10 Vitamin C            18 mgram
11 Vitamin B1          0,05 mgram
12 Berat yang dapat dimakan                 85 %

Selain kandungan gizinya yang besar tidak berarti memakan cabai pasti bermanfaat, cabai juga mempunyai efek yang kurang baik pada sebagian besar orang yang sensitif dengan pedas yang berakibat pada perut bisa menimbulkan diare, kejang bahkan kangker perut.

C. Daerah Sentra Penanaman cabai di Indonesia

ada sekitar 9 Provinsi  yaitu Sumatra utara, sumatra Barat ,Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi selatan. merupakan sentra cabai

D. Anatomi Cabai

1. Akar
Akar cabai merupakan akar tunggang yang terdiri atas akar primer dan akar lateral. dari akar lateral keluar serabut akar. panjang akar primer 35 - 50 cm. akar lateral menyebar 35 - 45 cm.

2. Batang
Batang utama cabai tegak lurus  dan kokoh dengan tinggi sekitar 30 - 37,5 cm dan diameter antara 1,5 - 3,0 cm. batang utama berkayu yang pembentukan kayu mulai terjadi umur 30 hari setelah tanam. pada setiap ketiak daun akan tumbuh tunas yang dimulai umur 10 hari.

3. Daun
Daun berwarna hijau muda sampai hijau gelap tergantung varietasnya. bentuknya lonjong dengan ujung daun meruncing.

4. Bunga dan buah
Bunga cabai berbentuk terompet (hypocrateriformis). yang merupakan bunga lengkap karena terdiri kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corrola), benang sari (stamen), dan putik (pistilum).
Buah cabai bentuknya bervariasi dari yang lurus, seperti mata kail, dan melintir  tergantung dari varietasnya.


Varietas yang biasanya ditanam oleh petani antara lain:

1.TM-999. 
Varietas cabai keriting hibrida ini memiliki pertumbuhan yang sangat kuat dan kokoh. Pembungaannya berlangsung terus-menerus sehingga dapat dipanen dalam jangka waktu yang panjang. Ukuran buahnya 12.5 cm x 0.8 cm dengan berat buah 5-6 g. Rasanya sangat pedas, cocok untuk digiling dan dikeringkan. Hasul per tanaman berkisar 0.8-1.2 kg.


2. TM 888. 

Varietas hibrida ini memiliki sosok tanaman yang besar dan daun lebih lebar dari TM 999. Adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan yang panas, tahan serangan phytaphthora & anttraknosa. Panjang buah 13,5 x 1,4 cm dengan berat buah 7-8 g.

3. SALERO. 

Berpenampilan menarik seperti umumnya cabai keriting lo*kal. Varietas ini memiliki adaptasi penanaman yang cukup luas dengan produktivitas per hektar cukup tinggi.

4. TARO. 

Varietas Taro mempunyai ukuran buah yang sedikit lebih besar dibandingkan caabai keriting TM-999. Sosok tanamannya besar dan kekar dengan ruas percabangan panjang. Tanaman ini mampu ber*produksi baik di dataran rendah sampai menengah ( sampai 1000 m dpl). Hasil per tanaman berkisar 0.75-1.2 kg, tergantung kondisi terakhir tanaman.

5. KUNTHI

Mempunyai bentuk buah keriting, kulit kasar, ujung runcing, rasa pedas dan seragam seperti cabai keriting lokal. Tanaman kokoh dan dapat beradaptasi di dataran rendaah, sedang sampai tinggi. Masa panennya panjang sehingga produksi buahnya pun tinggi dengan potensi hasil 20 ton per hektar. Kualitas buah yang ba*gus menyebabkan varietas ini dikonsumsi segar dalam bentuk cabai hijau maupun merah dan dapat dikeringkan.
6. CTH-01. 

Cabai keriting hibrida ini mempunyai bentuk buah yang benar-benar keriting. Cabai ini mulai banyak ditanam petani, meskipun selama ini pengembangannya masih bertumpu pada daerah dataran rendah, namun cabai CTH-01 pun sebenarnya mampu berproduksi dan tumbuh dengan baik di datar*an menengah hingga tinggi. Cabai ini cocok untuk konsumsi segar maupun dikeringkan, dengan produksi per hektanya mampu mencapai lebih dari 20 ton.

7.  HOT BEAUTY. 

Hot Beauty adalah cabai yang berkarakteristik tanaman tegak, agak tinggi, kuat dan subur. Daun kecil, cepat berbuat, produksinya tinggi. Dapat berbuah terus-menerus sehingga masa panennya panjang dan dapat dipanen secara bertahap. Satu tanaman dapat berbuat 140 biji. Panjang buah 13 cm, garis tengah 1,4 cm, berat 7,5 g, berwarna hijau tua dan berubah merah saat masak. Bentuk buah lurus dan halus. Dagingnya tipis, sangat pedas, baik untuk pasaran segar dan dikeringkan.








8.  LONG CHILI. 
Tanamannya tegak, agak tinggi dengan pertumbuhan yang kuat. Long Chili adalah salah satu varietas yang tahan terhadap penyakit virus yang biasa menyerang tanaman cabai. Buahnya panjang dan ramping dengan ukuran panjang rata-rata 18 cm, diameter buah ± 2 cm dan berat rata-rata 20-25 g. Satu tanaman Long Chili menghasilkan sekitar 50 buah. Seperti jenis cabai pada umumnya, pada saat muda kulit berwarna hijau dan pada saat masak atau tua berwarna merah yang menandakan bahwa cabai siap dipanen. Kulit buah halus dan mengkilat dengan ketebalan daging sedang, pedas sesuai untuk masakan, dikeringkan sebagai cabai bubuk, atau diolah menjadi saus
9. HERO
Tanaman cabai Hero bertajuk sedang, daun berwarna hijau tua. Cabai Hero tumbuh dengan kuat dan tahan dengan penyakit yang diakibatkan oleh virus. Tiap tanaman cabai ini mampu menghasilkan ±120 buah dengan spesifikasi lurus, ramping, panjang ±13 cm, garis tengah ± 1,5 cm, berat ± 11 g. Buah berwarna hijau dan berubah merah cerah pada saat masak. Dagingnya tipis, pedas, baik untuk sambal maupun cabai kering.



10. RABU
Varietas ini cocok dikembangkan di dataran rendah sampai menengah (0-800 mdpl). Penampakan tanaman kokoh dengan percabangan banyak serta bertajuk lebat dan kompak. Varietas ini mempunyai kemurnian genetis tinggi sehingga dalam satu hamparan pertanaman tampak seragam. Tahan terhadap serangan hama trips dan penyakit patek/antraksnosa. Buahnya silindris lurus, ujung runcing, padat, daging tebal, rasa pedas dan warnanya merah tua mengkilap pada saat masaak. Panen perdana berlangsung sekitar 70-75 HST (hari setelah tanam) dengan hasil 1.0-1,5 Kg/tanaman atau sekitar 18-27 ton/ha. Buahnya tahan terhadap pengangkutan jarak jauh.

11.MARATON. 

Seperti halnya Prabu,varietas Maraton pun cocok di tanam di dataran rendah sampai menengah. Penampakan fisik tegak dan kokoh serta memiliki tajuk yang lebih lebat dan kompak. Varietas ini mempunyai kemurnian genetik tinggi, tahan terhadap seranaan penyakit layu Pseudomonas, patek/antraksnosa, dan bercak daun bak*teri. Sangat cocok ditanam pada akhir musim kemaraau atau musim hujan. Berat rata-rata per buah mencapai 12. 5-14.3 g. Panen per*dana berlangsung sekitar 70-75 HST dengan hasil 1.0-1.5 Kg/tanaman atau sekitar 18-27 ton/ha. Buahnya tahan dalam penyimpanan dan transportasi jarak jauh.

12. ARIMBI-513

Memiliki penampilan yang kokoh serta cabang yang kekar dan lebar. Varietas ini relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama layu bakteri. Buahnya besar, halus ujung lan*cip, panjang 13 cm, diameter 2 cm, warna merah, kompak dan sangat berkualitas. Produksi buah berlangsung terus-menerus dan mulai dapat dipanen pada umur 80 HST. Rata-rata produksi 1.25-1.5 Kg/tanaman atau 22.5-27.0 ton dengan populasi 18.000 tanaman per hektar. Buahnya tahan pengangkutan jarak jauh dan dapat dipasarkan lokal maupun ekspor.

13. CAKRA PUTIH

Varietas cabai rawit ini berwarna putih kekuningan yang berubah merah cerah saat masak. Pertumbuhan tanman sangat kuat dengan membentuk banyak percabangan. Posisi buah tegak ke atas dengan bentuk agak pipih dan rasa sangat pedas. Mampu menghasilkan buah 12 ton per hektarnya dengan rata-rata 300 buah per tanaman, dipanen pada umur 85-90 HST. Cakra putih ini pun tahan terhadap serangan penyakit antraksnosa.

14. CAKRA HIJAU

Varietas cabai rawit ini mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah maupun tinggi. Saat tanaman muda buahnya berwarna hijau dan setelah masak berubah merah. Potensi hasilnya 600 g per tanaman atau 12 ton per hektar. Rasanya pedas, tahan ter*hadap serangan hama dan penyakit yang biasa menyerang cabai. Panen berlangsung pada umur 80 HST. 

15. MILES FLAVOR
Miles Flavor, cabai F1 Hibrida yang mempunyai kualitas prima dan bisa diandalkan untuk pemenuhan produksi skala besar. Tanamannya mempunyai tajuk yang lebar dan bercabang banyak,sehingga dapat menghasilkan buah yang banyak pula. Setiap tanaman mampu berbuah sebanyak 200 biji dengan panjang ± 14,5 cm, diameter ±1,4 dan berat sekitar 15 g. Fisik buah seragam, pada saat cabai muda berwarna hijau, siap panen setelah berwarna merah pada kulitnya yang mengkilat. Sangat cocok untuk diolah menjadi sambal kering maupun saus, cocok pula sebagai penambah rasa pedas pada sayur.

16. TW-KRITING - PH94
Cabai keriting ini mempunyai berat sekitar 3,5 gr per buah dengan ukuran 13×0,8 cm. Warna daun hijau tua, berbuah lebat. Cabai ini tahan penyakit layu yang diakibatkan oleh bakteri, serta tahan terhadap pengangkutan.
 



 17. GADA
 
Recommended for : Lowland - Middleland
Harvest : 90 - 95 (DAP)
Weight : 8 - 10 g
Yield : 20 - 30 ton/ha




18. F1 - Elegance

  
Dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi dan mudah perawatannya. Vigor tanaman kokoh dan tegak. Toleran terhadap penyakit layu bakteri, Gemini virus hama Thrips, Aphid dan Mite. Pembentukan buah sangat mudah meskipun cuaca tidak baik. Buah besar dengan panjang ± 16 cm, diameter ± 1.4 cm, kulit buah berwarna merah dan mengkilat saat masak. Buah cukup lentur sehingga mengurangi jumlah buah yang rusak karena pengepakan dan pengangkutan. Umur panen genjah ± 73 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 28 Ton/Ha. Kebutuhan benih 140 – 150 g/Ha dengan jarak tanam 60 x 60 cm.
 
19. F1 - Jet Set
Pertumbuhan tanaman tinggi, tegak dan kokoh. Beradaptasi baik di dataran menengah sampai tinggi. Tahan terhadap penyakit layu bakteri. Bentuk buah besar dengan panjang ± 15 cm, diameter ± 2 cm. Buah muda berwarna hijau dan menjadi merah mengkilat saat masak. Potensi hasil ± 1.5 Kg/tanaman. Umur panen mulai 85 - 87 HST. Kebutuhan benih ± 125 g/Ha.
 

 
21. F1 - Spirit
Beradaptasi baik di dataran menengah sampai tinggi. Tanaman tegak dan kokoh, tahan penyakit layu bakteri. Bentuk buah besar dengan panjang ± 16.6 cm, diameter ± 2.1 cm. Buah muda berwarna hijau gelap dan yang sudah tua berwarna merah mengkilat. Toleran terhadap kekurangan unsur Kalsium penyebab buah menguning dan rontok. Umur panen mulai 83 - 85 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 23 Ton/Ha. Kebutuhan benih 125 g/Ha.
 
22.F1 - Horison
Pertumbuhan tanaman sangat kokoh dan toleran terhadap penyakit layu. Pembentukan buah sangat mudah meskipun cuaca kurang baik. Buah besar dengan panjang ± 16 cm, diamater ± 1.5 cm, kulit buah berwarna merah dan mengkilat saat masak. Buah cukup lentur sehingga mengurangi buah rusak karena pengepakan dan pengangkutan. Umur panen 75 - 78 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 33 Ton/Ha. Kebutuhan benih ± 125 g/Ha.
 
23.F1 - Restu
Pertumbuhan tanaman sangat kokoh dan tahan layu. Dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Pembentukan buah mudah dan toleran terhadap kekurangan Kalsium (tidak mudah rontok). Buah besar dengan panjang ± 16 cm, diamater ± 1.6 cm, kulit buah berwarna merah dan mengkilat saat masak. Buah cukup lentur sehingga mengurangi jumlah buah rusak karena pengepakan dan pengangkutan . Umur panen 81 - 83 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 26 Ton/Ha. Kebutuhan benih ±125 g/Ha.
 
24.F1 - Profit
Dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi dan mudah perawatannya. Pertumbuhan tanaman kokoh dan toleran terhadap penyakit layu bakteri. Buah besar dengan panjang ± 18 cm, diameter ± 1.6 cm. Buah muda berwarna hijau gelap dan menjadi merah saat masak. Umur panen 83 - 85 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 26 Ton/Ha. Kebutuhan benih 100 – 150 g/Ha.

25.Helix




Cocok ditanam di dataran rendah sampai menengah dan mudah perawatannya. Pertumbuhan tanaman kuat dan seragam, bentuk buah keriting dengan panjang ± 15.5 cm, diameter ± 0.7 cm, dan rasanya pedas. Umur panen ± 75 hari setelah pindah tanam, tahan penyakit Anthracnose buah dengan potensi hasil ± 20 Ton/Ha. Kebutuhan benih 100 – 150 g/Ha.
 
26. F1 - Princess
Dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi dan mudah perawatannya. Tipe tanaman tegak dan kuat. Tahan penyakit layu bakteri. Buah keriting dengan panjang ± 13.5 cm, diameter ± 0.7 cm, buah muda berwarna hijau tua dan setelah masak berwarna merah mengkilat. Potensi hasil 25 Ton/Ha. Umur panen 80 – 85 hari setelah pindah tanam, buah tahan dalam penyimpanan dan pengangkutan. Kebutuhan benih 100 – 150 g/Ha.
 
27. F1 - Flash 750
Cocok ditanam di dataran menengah sampai tinggi. Pertumbuhan tanaman tegak, kuat dan seragam. Bentuk buah keriting dengan panjang ± 16 cm, diameter ± 0.9 cm dan rasanya pedas. Umur panen ± 84 hari setelah pindah tanam. Toleran terhadap hama Thrips dan kekurangan Kalsium. Potensi hasil ± 20 Ton/Ha. Kebutuhan benih 100 – 150 g/Ha.
 
28. F1 - Rimbun
Pertumbuhan tanaman kuat dan seragam. Dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Bentuk buah keriting dengan panjang ± 14 cm, diamater ± 0.7 cm dan rasanya pedas. Tanaman tahan penyakit layu dan berbuah lebat dengan potensi hasil ± 14 Ton/Ha. Umur panen ± 84 hari setelah pindah tanam. Kebutuhan benih ± 125 g/Ha.
 

29. F1 - Trophy
Pertumbuhan tanaman tegak dan kuat. Dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Tanaman tahan penyakit layu bakteri dan mudah perawatannya. Bentuk buah keriting dengan panjang ± 16.3 cm, diameter ± 0.9 cm. Buah muda berwarna hijau dan menjadi merah mengkilat saat masak. Potensi hasil ± 20 Ton/Ha. Umur panen ± 83 hari setelah pindah tanam. Kebutuhan benih ± 125 g/Ha.
 



30. Tombak
Dapat beradaptasi mulai dataran rendah sampai tinggi dengan penampilan tanaman tegap serta kuat pertumbuhannya. Buah besar, lebat, berwarna merah, kulitnya halus dan rasanya pedas saat masak. Panjang buah ± 12 cm, diamater ± 1.5 cm. Dapat dipanen umur ± 85 setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 20 Ton/Ha. Kebutuhan benih ± 200 g/Ha.
 
31. Cemeti
Dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Beradaptasi baik di musim hujan dan kemarau. Bentuk buah keriting dengan panjang ± 12 cm, diameter ± 0.5 cm dengan rasa sangat pedas. Umur panen 75 - 85 hari setelah pindah tanam. Potensi hasil ± 1.5 Kg/tanaman. Kebutuhan benih ± 150 g/Ha.

32. WIBAWA





Nama Varietas:CABAI BESAR WIBAWA
Nomor SK :2084/KPTS/SR.120/5/2009
Tanggal :7 Mei 2009
Asal :PT. East West Seed Indonesia
Golongan :hibrida silang tunggal
Potensi Hasil (max)-:36 ton/ha
Keterangan :beradaptasi dengan baik pada dataran tinggi dengan altitude 900-1200 mdpl

33. BEWE


Nama Varietas:CABAI BESAR BEWE
Nomor SK :1733/KPTS/SR120/12/2008
Tanggal :22 desember 2008
Asal :PT Primasid Andalan Utama, Indonesia
Golongan :hibrida silang tunggal
Potensi Hasil (max)-:
Keterangan :beradaptasi pada altitude 150-250 mdpl

dan masih banyak lagi varietas -varietas lainnya.

Syarat tumbuh cabai:
1. Tanah yang paling sesuai adalah yang denga struktur remah, gembur, tidak terlalu liat, tidak terlalu porus serta kaya bahan organik meskipun pada dasarnya hampir semua tanah bisa ditanami cabai asalkan dengan perlakuan tertentu sesuai dengan kondisi tanah.
2. PH tanah yang sesuai adalah 5,5 - 6,5
3. Air harus tersedia selama masa pertumbuhan dan pembuahan
4. Curah hujan yang baik adalah Pada iklim A, B, C, D berdasar schmidt dan ferguson
5. panjang penyinaran antara 10 - 12 jam
6. Suhu udara 24  - 30 C
7.Ketinggian yang paling baik adalah 45 - 500 m dpl